Riset Bagi Pelajar, Menumbuhkan Sikap dan Senang Riset
Berpikir dan Meneliti
Kegiatan meneliti sering dihubungkan dengan kesibukan seorang ahli di laboratorium, yang sibuk mengamati dan mencatat reaksi-reaksi yang ditimbulkan oleh pencampuran zat kimia tertentu dengan takaran tertentu yang dirancang ahli tersebut. Atau, kesibukan seorang professor, doktor, atau para pakar mengamati dan menyelidiki gejala-gejala alam yang muncul seperti gempa, tsunami, kebakaran hutan, longsor, dan sebagainya.
Kegiatan meneliti sering dihubungkan dengan kesibukan seorang ahli di laboratorium, yang sibuk mengamati dan mencatat reaksi-reaksi yang ditimbulkan oleh pencampuran zat kimia tertentu dengan takaran tertentu yang dirancang ahli tersebut. Atau, kesibukan seorang professor, doktor, atau para pakar mengamati dan menyelidiki gejala-gejala alam yang muncul seperti gempa, tsunami, kebakaran hutan, longsor, dan sebagainya.
Meneliti sebetulnya bukanlah kegiatan ekslusif, yang hanya dimonopoli oleh para ahli, professor, atau doktor. Semua orang sebetulnya dapat melakukan kegiatan meneliti. Mengapa? Karena setiap orang telah dianugrahi oleh Sang Pencipta alat untuk meneliti, yaitu pikiran.
Dengan pikiran tersebut, seorang tukang sepatu selalu berusaha untuk menghasilkan sepatu yang lebih baik, lebih bagus, dan lebih tahan lama. Dengan pikiran itu juga, seorang tukang kue mencari akal untuk menciptakan kue yang lebih enak dengan memanfaatkan bahan yang lebih sedikit sehingga modal kuenya lebih murah. Dengan berpikir itulah setiap orang mengupayakan agar hidupnya lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih bermutu.
Uraian di atas menyiratkan bahwa ada persamaan antara berpikir dengan meneliti. Itu benar. Menurut, Arikunto, (1993:2), “Barang siapa ingin meningkatkan hasil untuk apa saja yang sedang ia tekuni membutuhkan kegiatan penelitian”. Berarti, kegiatan tukang sepatu, tukang kue, petani, pedagang, professor, doctor, dan para ahli yang beraneka ragam merupakan kegiatan penelitian, walaupun prosedur dan kualitas penelitiannya berbeda-beda.
Menurut Dewey (dalam Nazir, 2005: 10), proses berpikir manusia mempunyai urutan sebagai berikut. 1). Adanya rasa sulit, 2). Rasa sulit itu didefenisikan dalam bentuk permasalahan, 3). Timbul kemungkinan pemecahan yang berupa reka-reka, hipotesis, atau jawaban sementara, 4). Ide-ide pemecahan diuraikan secara rasional melalui pembentukan implikasi dengan jalan mengumpulkan bukti-bukti (data), 5). Menguatkan pembuktian dan menyimpulkannya melalui keterangan-keterangan ataupun percobaan-percobaan.
Disadari atau tidak, urutan proses berpikir tersebut kita lakukan di saat menemui masalah dalam kehidupan sehari-hari. Terkadang proses itu berjalan begitu cepat karena masalahnya sudah sering kita hadapi. Seperti saat kita merasa lapar, kita menentukan atau mendefenisikan masalah dan menentukan pemecahan serta implikasinya secara cepat. Terkadang proses berpikir itu begitu alot, perlu bantuan dari orang lain, dari buku, atau informasi lain yang lebih banyak sehingga butuh waktu yang cukup lama.
Lebih dari itu, kegiatan penelitian disebut juga dengan proses berpikir ilmiah atau metode ilmiah. Menurut Nazir (2005:36), metode ilmiah memiliki enam criteria, yaitu: berdasarkan fakta, bebas dari prasangka, menggunakan prinsip analitis, menggunakan hipotesis, menggunakan ukuran yang objektif, dan menggunakan teknik kuantifikasi.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ciri khas penelitian adalah; 1)berdasarkan fakta, 2) bebas dari prasangka, 3) menggunakan prinsip analisis, 4) menggunakan hipotesis (bila perlu, 5) menggunakan ukuran yang objektif.
Agar penelitian memenuhi kriteria tersebut, penelitian dilaksanakan dengan menggunakan langkah-langkah sebagai beikut; 1) Memilih dan mendefenisikan masalah, 2) Mensurvei data yang tersedia, 3) Memformulasikan hipotesis, 4) Membangun kerangka analisis serta alat-alat dalam menguji hipotesis, 5) Mengumpulkan data, 6) Mengolah serta membuat interpreatsi, 7) Membuat generalisai dan kesimpulan, 8) Membuat laporan.
Menemukan Masalah Penelitian
Langkah pertama kegiatan penelitian adalah memilih dan mendefenisikan masalah penelitian. Jika seorang pelajar atau calon peneliti dapat melakukannya dengan baik dapat dikatakan 50% pekerjaan penelitian sudah selesai. Tinggal menyelesaikan 50% lagi.
Cara yang lebih mudah adalah setiap pelajar sedini mungkin menentukan objek kajiannya. pertama dengan memilih masalah dan kajian yang paling disenangi dan paling dikuasai. Hal ini sesuai dengan salah satu ciri masalah penelitian yang baik, yakni sesuai dengan kemampuan dan kemauan peneliti. Kemauan yang didukung oleh kemampuan dapat menjadi motivasi yang cukup kuat bagi calon peneliti untuk menyelesaikan penelitiannya secara cepat dan merasa lebih mudah.Kedua melakukan penelusuran literatur dari berbagai sumber yang tersedia, seperti surat kabar, majalah, internet, jurnal ilmiah, buku teks, atau sumber-sumber lainnya.Informasi yang didapatkan dari sumber tersebut hendaknya didokumentasikan dalam bentuk catatan dapat berbentuk kartu atau berbentuk buku.
Masalah yang memiliki nilai penelitian adalah masalah yang faktual, baru, dan penting. Masalah tersebut betul-betul ada dan mengemuka dalam kenyataan hidup masyarakat, serta belum banyak diteliti orang. Pertimbangkan juga pemanfaatan dari hasil penelitian tersebut. Contohnya kalau di sekolah masalah rendahnya hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, dan Bahasa Inggris. Masalah ini mengemuka pada nilai-nilai ujian semester, ujian sekolah, ataupun ujian nasional.Masalah di atas perlu dicarikan jalan keluarnya karena banyak pihak yang berkepentingan terlibat, di antaranya siswa, guru, orang tua, sekolah, masyarakat, dan pemerintah. Pihak-pihak tersebut dapat menikmati kontribusi penelitian yang akan dilakukan. Di samping itu, masalah ini juga dapat dilakukan. Dengan kata lain dapat disesuaikan dengan waktu, ketersediaan intrumen penelitian, objek penelitian, dan tidak bertentangan dengan hukum adat dan agama.
Jika sudah menemukan masalah penelitian yang memenuhi syarat seperti di atas, yakni memiliki nilai penelitian, mempunyai kontribusi yang signifikan, dapat diteliti, dan sesuai dengan kemampuan dan kemauan peneliti, maka langkah berikutnya calon peneliti dapat menyusun rencana penelitian.
Merencanakan Penelitian
Merencanakan penelitian berarti menyusun proposal penelitian. Kegiatan ini hendaknya dilakukan secara cermat dan sistematis sehingga penelitian dapat dilaksanakan secara cepat dan mudah untuk mencapai sasaran yang diinginkan. Perencanaan yang matang dapat membimbing kegiatan pelaksanaan penelitian sehingga proses penelitian dapat berjalan dengan mudah dan cepat.Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menyusun proposal penelitian adalah menyusun outline atau kerangka karangan.
Langkah Kedua mengembangkan outline tersebut sehingga menjadi proposal yang lengkap. Dalam mengembangkan proposal tersebut gunakan catatan-catatan bibliografi yang telah dikumpulkan. Kemudian lakukan penyuntingan. Baca kembali tulisan yang dihasilkan secara kritis dengan memperhatikan urutan alinea dan ide-ide, kelengkapan topik, kekomunikatifan kalimat, pilihan kata, penggunaan ejaan dan tanda baca serta pengembangan paragrafnya. Lakukan pengecekkan terhadap detail-detail yang lain, seperti nama pengarang, daftar referensi, lampiran-lampiran, dan sebagainya.
Langkah ketiga, ada baiknya diminta orang lain untuk membaca dan merevisinya sehingga didapatkan proposal yang komunikatif dan efektif. Orang lain tersebut bisa saja teman, dan/atau guru pembimbing yang telah ditunjuk.Bila proposal telah disetujui oleh guru pembimbing barulah diseminarkan. Dalam seminar, biasanya calon peneliti akan menerima masukan-masukan yang sangat berarti bagi penyempurnaan rancangan penelitiannya. Oleh sebab itu, seorang calon peneliti harus memahami masalah yang akan ditelitinya agar dapat menjelaskan kepada peserta seminar sehingga peserta seminar memahaminya dan dapat memberikan saran yang konstruktif.
Melaksanakan Penelitian
Setelah proposal diseminarkan sebaiknya langsung diperbaiki dan dikonsultasikan dengan pembimbing sampai pembimbing menyetujui untuk dilaksanakannya pengumpulan data. Usahakan agar kegiatan pengumpulan data tidak ditunda-tunda. Bila ditunda dikhawatirkan akan terjadi penurunan atau kehilangan motivasi yang akan mengakibatkan penelitian terbengkalai.
Jika hal ini terjadi akan sulit untuk memulainya kembali. Sudah banyak contoh kasus yang ditemukan, yang mengakibatkan tidak hanya kerugian waktu tetapi juga kerugian tenaga dan dana. Yang tak kalah penting adalah kehilangan kesempatan untuk berkarya dan mengabdikan diri.
Pelaksanaan penelitian terdiri dari kegiatan mengumpulkan data dan menganalisis data. Kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan rancangan yang telah disusun. Namun terkadang terjadi situasi yang di luar dugaan sehingga dibutuhkan kemampuan peneliti untuk melakukan penyesuaian yang tidak mengubah jalannya penelitian.
Dalam melaksanakan penelitian diperlukan akses untuk masuk wilayah penelitian. Akses yang mudah didapat adalah melalui jaring sosial yang sudah terbentuk dan terbina dengan baik. Untuk itu, sebelum melaksanakan penelitian sebaiknya dibina hubungan yang intensif dan baik dengan lingkungan, termasuk lingkungan lokasi penelitian. Sikap yang sopan dan bahasa yang santun seyogyanya digunakan dimana saja dan kapan saja. Jangan pernah mengganggap rendah atau menganggap sepele orang lain karena bisa saja suatu ketika orang tersebut amat dibutuhkan bantuannya.
Jika peneliti dapat masuk lokasi penelitian dengan mudah maka proses pengumpulan data dapat dilakukan tanpa hambatan yang berarti. Kalaupun ada hambatan akan dapat diatasi dengan segera sehingga peneliti dapat mengumpulkan data sesuai dengan yang dibutuhkan. Data yang dikumpulkan bisa lebih lengkap dan valid.
Segera setelah data terkumpul, analisis data dapat dilakukan. Bila dalam menganalisis terdapat data yang kurang sempurna, maka perlu dilakukan kegiatan turun ke lokasi penelitian untuk melengkapi data tersebut. Proses pengumpulan dan penganalisisan data dapat terjadi secara silmultan atau berlanjut atau secara sirkuler atau berulang-ulang tergantung kepada kebutuhan pemecahan masalah penelitian.
Selama melaksanakan proses penelitian, pelajar sebaiknya berkonsultasi dengan dosen pembimbing terutama bila mengalami kesulitan atau hambatan yang dapat mengganggu proses penelitian. Di samping itu juga jangan sampai kehilangan fokus sehingga terjebak melakukan hal-hal yang tidak perlu atau yang dapat merugikan diri sendiri dan penelitian yang sedang dilakukan. Intinya, peneliti harus memusatkan perhatian kepada kegiatan penelitian yang sedang dilaksanakannya agar penelitian dapat dilaksanakan dengan mudah dan cepat.
Penutup
Meneliti bukanlah kegiatan yang sulit bukan pula kegiatan yang mudah. Semua orang, pada dasarnya, melakukan kegiatn meneliti meskipun dengan prosedur dan kualitas yang berbeda-beda. Meneliti yang diharapkan dari pelajar adalah meneliti yang dilakukan secara logis, sistematis, analitis, dan objektif.
Untuk dapat melakukan penelitian tersebut tersedia berbagai panduan yang dapat dijadikan pedoman, termasuk panduan yang disediakan khusus untuk lembaga tertentu. Yang diharapkan dari seorang pelajar atau calon peneliti adalah kemauan untuk menyelesaikan tugas penelitiannya dan selalu fokus serta konsisiten pada masalah yang telah dipilih.
Pemilihan masalah penelitian sebaiknya dilakukan sedini mungkin berdasarkan materi yang paling disenangi dan paling dikuasai agar penelitian dapat dipercepat dan dipermudah. Selanjutnya bina komunikasi yang efektif dengan semua orang, terutama guru pembimbing dan responden atau sumber data penelitian.
Pembicaraan ini hanya menyajikan trik-trik sederhana yang dapat digunakan untuk mempercepat dan mempermudah proses penelitian. Lebih lanjutnya Anda harus mempelajari referensi yang berkaitan dengan metode penelitian, sehingga kemampuan kita untuk melakukan penelitian dapat terasah dengan baik dan tidak hanya menghasilkan satu dua penelitian tetapi banyak yang bisa kita lakukan dengan penelitian.
Oleh :
Nurul Asror, S.E.
(Guru Ekonomi MA Keterampilan Al Irsyad Gajah)
(Guru Ekonomi MA Keterampilan Al Irsyad Gajah)
Literatur :
Arikunto, Suharsimi. 1990. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Nazir, Moh.2005. Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.
Sukmadinata, Nana Syaodih. 2005. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Labels
Artikel,
Edukasi,
Galleri,
Info,
Kegiatan,
Kepramukaan,
Kesiswaan,
Nurul Asror,
Pembelajaran,
Pendidikan,
Riset

Post A Comment
Tidak ada komentar :